Simple Kindness Never Failed Me #30DWCDAY08

Ada kalimat yang mengatakan, "it costs nothing to be kind" yang tentu saja membuatku mengangguk setuju. Kita tidak harus mengeluarkan uang dengan jumlah tertentu untuk berbuat baik karena banyak hal-hal sederhana yang masuk ke dalam kategori simple kindness, tersenyum misalnya atau mengambilkan barang orang yang jatuh atau yang paling sederhana mengucapkan kata "terima kasih", "permisi", dan "maaf". Sayangnya kebaikan-kebaikan sederhana itu rasanya jarang sekali ku temukan di ibu kota. Coba berapa kali dalam seminggu kalian menemukan orang yang bersedia menghentikan kendaraannya agar kita bisa menyeberang jalan? Atau berapa kali dalam sehari kalian mendengar kata "permisi" saat mengantre di angkutan umum? Tadi sore aku baru saja kembali menyaksikan orang-orang yang tidak paham caranya mengantre di busway. Boro-boro bilang permisi saat mau jalan, disuruh antre aja pura-pura budek ðŸ˜‘😑

Saat main ke Jogja minggu lalu, selain kagum dengan keramah tamahan dan kesabaran orang-orang sana, aku juga kagum dengan kebaikan mereka yang seolah sudah menjadi gaya hidup. Mungkin bagi orang sana, hal yang mereka lakukan itu wajar-wajar saja tapi bagiku dan juga teman-temanku yang setiap hari di kelilingi oleh orang-orang yang sibuk sendiri rasanya hal yang dilakukan oleh orang-orang yang kami temui kemarin itu luar biasa sekali. Di hari pertama aku sudah bertemu dengan supir ojek online yang adalah seorang ibu-ibu yang santun sekali padahal aku salah mengetik titik jemput. Lalu gak ada juga tuh klakson-klakson kendaraan dari pengemudi-pengemudi yang gak sabar, bahkan di jalanan Malioboro sekalipun yang ramenya ampun-ampunan saat weekend.

Di postingan sebelumnya aku juga sempat bercerita tentang drama ban kempes dan bengkel mobil yang ku sebut sebagai hidden gem karena punya peralatan lengkap meski letaknya di pelosok desa. Temanku yang menyetir berkali-kali bilang kalau montirnya baik sekali karena selain bersedia bekerja lembur (harusnya bengkel itu tutup jam 4 sore tapi kami baru tiba jam 4) masnya pun gak ngetok harga sampai temanku itu kaget sendiri saat masnya nyebut harga yang dianggap terlalu murah bagi temanku. Belum lagi bapak-bapak di tempat penyewaan sepeda yang nganterin kami ke restoran bebek dan sampai balik lagi ke restoran itu karena kami tak kunjung kembali ke tempat penyewaan sepeda. Temanku sampai bilang, "kok kayak nyariin anaknya yang hilang" ðŸ¤£ðŸ¤£ Dan juga Mas Rizky yang menjadi tour guide kami saat sepedaan yang terpaksa lembur karena kami berdrama mulu ðŸ˜‚😂

Di Jogja, aku benar-benar merasakan makna dari kalimat "it costs nothing to be kind" tapi justru dampak yang dirasakan dari kebaikan itu rasanya tak ternilai. Ku harap ada lebih banyak orang-orang di ibu kota yang menyadari hal itu. Bukan berarti di ibu kota sama sekali tidak ada orang baik, tentu saja ada hanya saja langka. Maka kadang aku senang memerhatikan sekelilingku saat sedang berjalan kaki atau naik angkutan umum, siapa tahu mataku bisa menangkap kebaikan sederhana yang langka itu.

Comments

Popular Posts