I am an Absolute Night Owl #30DWCDAY04

Pertanyaan writing challenge hari ini adalah, "are you early or nocturnal?". Buatku ini adalah pertanyaan termudah sejauh writing challenge yang baru berjalan 4 hari ini. Tentu saja aku nocturnal. Sejak dulu aku adalah salah satu kategori manusia yang lebih mudah tidur pagi daripada bangun pagi. Waktu zaman sekolah, mamaku selalu tarik urat tiap pagi (begitulah istilah yang selalu ia gunakan untuk mendramatisir dirinya yang harus teriak-teriak ngebangunin diriku tiap pagi). Sejak SD sampai SMA, aku adalah salah satu murid yang rumahnya paling dekat ke sekolah. Cukup 5-10 menit jalan kaki dan langsung tiba di gerbang sekolah. Tapi tentu menjadi murid yang rumahnya dekat dengan sekolah tak menjadikan aku murid yang paling rajin datang ke sekolah, yang ada aku selalu datang bertepatan dengan bel berbunyi. Dulu aku menyebutnya efisien karena tidak ada waktu yang terbuang untuk bercengkrama dengan teman atau pergi ke kantin dulu, sekolah ya sekolah. Padahal mataku selalu tampak setengah terbuka di jam pelajaran pertama karena sulit sekali rasanya menahan kantuk. Pelajaran apa pun yang dimulai jam 7 pagi sudah hampir ku pastikan mental semua karena otakku belum sepenuhnya terjaga. Setelah lewat jam istirahat, jam 10, barulah aku merasa "on" dan lebih semangat menerima pelajaran.

Di buku Why We Sleep, Matthew Walker menjelaskan bahwa setiap orang mengalami pergeseran jam biologis tubuh saat berada di masa remaja. Jam biologis remaja akan bergeser beberapa jam yang membuat anak-anak remaja memulai pengalaman begadang pertama mereka. Jadi, kalau aku baru bisa tidur jam 1 pagi karena jam biologisku bergeser, aku hanya tidur 5 jam setiap hari dan kemudian dipaksa untuk menerima pelajaran jam 7 pagi! Lebih terdengar seperti penyiksaan bukan?

Tapi sebenarnya, aku yakin 100% bahwa cetak biruku adalah night owl. Jadi mau jam biologisku bergeser saat remaja atau tidak, aku memang sudah punya bakat begadang. Menjadi seorang night owl sejati membuatku memiliki love and hate relationship dengan kasur. Kalau sudah malam aku enggan sekali rasanya rebahan di kasur dan memejamkan mata untuk bersiap ke alam mimpi. Sementara kalau alarmku sudah berbunyi rasanya aku tidak mau berpisah dengan kasur karena belum puas merindu. Kalau kasurku bisa ngomong, dia pasti sudah protes karena aku mempermainkan perasaannya setiap hari.

Menjadi seorang night owl juga berarti menjadi orang yang tidak bisa 100% siap memulai hari sebelum diguyur kafein setiap pagi. Kopi hitam tentu menjadi penyelamatku setiap pagi. Kalau tidak minum kopi sampai jam 12 siang, otak dan tubuhku pasti berat sekali untuk disuruh bekerja. Boro-boro bisa konsentrasi, untuk sekadar fokus pun aku tak mampu.

Tipikal night owl adalah tipikal orang-orang yang otaknya baru "on" di siang dan sore hari, malah semakin "on" saat malam hari. Lihat saja sekarang, bukannya tidur aku malah menulis postingan ini dan otakku malah terasa lebih fresh dibandingkan saat aku mendengarkan pembahasan tentang perubahan laporan OJK terbaru tadi siang. Aku pun lebih suka membaca di malam hari karena lebih bisa menyerap isi buku yang aku baca. Memang cara bekerja otak orang-orang night owl itu seperti menyalahkan aturan siang dan malam yang dibuat semesta. Di bukunya, Matthew Walker berkata kalau night owl ataupun morning person dipengaruhi oleh genetik. Jadi mau bagaimana lagi kalau cetak birunya seperti ini.

Tapi selain lebih "on" dan merasa lebih produktif saat malam, aku tidak menemukan keuntungan lain dari menjadi seorang night owl. Di buku Why We Sleep, Matthew Walker menjabarkan banyak sekali hal buruk yang akan terjadi jika kita kurang tidur dan hobi begadang. Kata Matthew Walker, begadang dan kurang tidur membuat kita seolah menabung resiko mengalami demensia, stroke, diabetes, penyakit jantung, dll. Dan sejujurnya, dibanding mendapat pengetahuan menarik tentang mengapa kita harus tidur, membaca buku itu rasanya seperti melihat masa depanku yang suram.

Dan bagi kawan-kawan sesama night owl, selamat, kita seolah terjebak dalam lingkaran setan tak berkesudahan menuju masa depan suram. Belum, sejauh ini aku belum menemukan cara untuk menjadi seorang night owl dengan jam tidur yang memadai. Nanti kalau aku sudah tahu ku kasih tahu, ya.

Comments

  1. Wahh wahh Kak Mei night owl sejatii😆 nanti kalau udah dapat tipsnya bagi-bagi yakk

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts