Kenapa Kamu Senang Sekali Menyendiri?

"Kenapa kamu senang sekali menyendiri?"

Pertanyaan random yang kau ajukan membuatku menghentikan aktivitas menikmati semilir angin di sore itu. Aku menoleh dan menatap matamu lekat-lekat, walau hanya bisa ku lakukan tidak lebih dari 3 detik sebelum akhirnya aku kembali menatap daun-daun yang berjatuhan diterpa angin.

Aku tak menjawab selama beberapa saat, hanya mengubah posisi dudukku menjadi bersila kaki agar terkesan lebih serius entah bagaimana.

"Entahlah," jawabku setelah beberapa saat yang sepertinya cukup panjang. Aku bisa melihat ekspresi bingungmu dari ujung mataku, membuatku mengulas senyum kecil.

"Aku mendapatkan semua yang aku inginkan saat aku sendirian," jawabku lagi.

"Misalnya?" tanyamu meminta penjelasan lebih spesifik. Iya, aku sudah curiga memang, orang yang berorientasi pada detail sepertimu pasti akan menanyakan segala sesuatu sampai ke akarnya, sampai kau merasa puas. Dan pertanyaan yang kau ajukan sudah pasti membuatku membeberkan semuanya secara gamblang.

"Ketenangan hanya salah satu dari sekian banyak hal yang ku dapatkan. Tapi tahukah kamu apa yang paling ku sukai dari kesendirian?" Matamu menyiratkan pertanyaan "apa itu?"

"Kesendirian membuatku bisa menceritakan semuanya secara jujur. Kepada siapa? Kepada diriku sendiri."

Kamu tersenyum tanda puas.

"Aku juga jadi mau menikmati kesendirian. Bersamamu. Boleh, kan?" Sebuah pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan seulas senyum. Tinggal kamu artikan sendiri saja maksudnya apa.

Comments

Popular Posts