5 Menit Untuk 5 tahun

5 tahun lalu waktu pemilu 2014, aku sama sekali gak tau apa-apa tentang pemilu dan segalah tetek bengeknya. Tahun itu juga untuk pertama kalinya aku ikut pemilu. Masih 'disetir' pilih si A aja atau pilih partai B aja, deesbe, deesbe. Waktu itu aku gak terlalu paham tentang politik. Hmm sekarang juga gak paham-paham banget sih (gak jarang juga menolak untuk paham apalagi kalau politiknya udah bawa-bawa agama. 🤔🤔) Setelah pemilu perdanaku aku gak peduli-peduli amat siapa yang menang. Aku gak paham kenapa banyak orang bersorak-sorai waktu Jokowi menang. "Ya emang kenapa kalau Jokowi menang?" Pikirku waktu itu.

5 tahun lagi berlalu dan pemilu kembali berlangsung. Pemilu yang sekarang mungkin sama aja dengan pemilu yang dulu (wong calonnya juga sama), tapi aku yang sekarang gak sama dengan aku yang dulu. Ciiee~ Tahun ini aku mati-matian memperjuangkan apa yang dikatakan sebagai hak semua WNI. Menentukan nomor berapa yang mau mereka coblos di balik kotak telepon eh kotak KPU. Kalau dulu aku gak peduli-peduli amat, taun ini dari kapan tau aku udah worry kalau-kalau aku gak bisa nyoblos. FYI, aku telat dapat info untuk ngurus form A5 untuk orang-orang yang pindah tempat nyoblos. Penutupan pendaftaran tanggal 17 Maret dan aku tau info setelah penutupan. 🤦🤦 Jadi aku ketar-ketir. Tapi akhirnya mamaku bersedia ngurusin lagi surat A5 ke kelurahan di Karawang karena dengan-dengar pendaftarannya diperpanjang sampai 10 April (walau belakangan aku tau kalau yang tgl 10 itu untuk pendaftaran orang-orang sakit, dipenjara, dinas, dan semua alasan khusus lainnya). Tapi, mamaku tetap ngajuin form A5 itu tanggal 8 ke kelurahan di Karawang, tapi sampai H-1 siang belum dapat juga formnya. Temanku ada yang pulang H-1 ke Karawang, sayangnya aku gak bisa pulang karena lembur. Akhirnya aku bikin rencana kalau sampe gak dapet A5 ya aku pulang besok paginya pas hari H. Tapi, bosku meragukan, katanya "memang ada mobil? Kan pada nyoblos." Enel uga. Lalu aku berpikir untuk pulang malam itu habis lembur, jam setengah 9 malam. Tapi mamaku ngomel, bilang besok aja kalau mau pulang. Emang gak kepingin-kepingin juga sih, mengingat kemarin itu long weekend, gak kebayang macetnya gimana. Bisa-bisa aku nyampe Karawang bersamaan dengan dibukanya TPS. Duh.

Akhirnya aku pulang ke kos dengan perasaan nelangsa. Merencanakan besok bangun subuh langsung cus pulang dengan ketidakpastian bakal ada mobil atau engga. Bosku bilang lagi kalau dia takut aku gak bisa nyoblos gegara suratnya belom ada, katanya nanti udah jauh-jauh ternyata gak bisa nyoblos. Tapi aku merasa at least I should try. Untuk Indonesia 5 tahun ke depan, aku harus menggunakan hakku, dan aku harus mencoba segala cara agar aku mendapatkan hakku.

Singkat cerita, begitu sampai kos, mamaku ngirim foto form A5 yang akhirnya dianterin pihak kelurahan ke rumah. Buset H-beberapa jam banget. 😂😂 Katanya fotonya suruh dicetak trus langsung bawa aja ke TPS. Yaudah, akhirnya berbekal dengan form A5 yang gak terlalu jelas tapi masih layak (karena dikirim fotonya via line) aku tidur dengan perasaan lega sekaligus was-was. Tapi ini last choice aku sih.

Besok paginya aku bangun jam 7, dengan muka beler belom mandi (iya seriusan aku ke TPS belom mandi, sementara di TPS isinya mak-mak sosialita semua wkwkwk), aku sama adikku jalan ke TPS yang ternyata letaknya persis di samping kos aku. FYI, di Benhil TPS nya banyak betul. Sejauh mata memandang TPS semua. Setiap 10 langkah ada TPS barangkali. Nah, untuk jaga-jaga aku bawa form A5, KTP asli, dan fotocopy KK, beserta dengan hati yang masih agak was-was.

Ternyata bisa lho nyoblos. Yeay~ Lega sudah. Kami masuk ke dalam TPS dan nunggu karena surat suaranya belum ready. Lumayan lama nunggunya. Oke, lama banget sebenarnya sampai aku ketiduran sebelum akhirnya nama aku dipanggil untuk nyoblos. Karena aku pemegang A5 maka aku cuma dikasih selembar kertas untuk milih presiden ama wakilnya. Bagus juga sih, karena sebenernya aku keder kalo disuruh milih caleg. Ngitung kancing yang ada. 😂😂

Setelah milih udah deh. Balik kos, beberes bentar, lalu lanjut nyari diskon bermodalkan kelingking ungu.

Lalu kenapa sih emangnya aku kepingin banget berpartisipasi dalam pemilu kali ini? Padahal bertahun-tahun lalu aku pikir kalau aku golput pun gak apa-apa toh cuma satu suara. (Iya, terus ada jutaan orang yg mikir kayak gitu. Jadi jutaan suara yg golput). Tapi taun ini aku merasa golput bukanlah sebuah pilihan.

Aku gak terlalu mantengin politik. Tapi selama 5 tahun ini aku merasa ada perubahan yang signifikan terhadap Indonesia. Yang paling baru adalah proyek MRT dan LRT, perubahan Jakarta jadi Jakarta rasa Singapur; ada infrastruktur yang lebih layak dibangun di mana-mana sampai ke NTT, NTB, dll; lalu ada cara baru pemerintah dalam pemberantasan korupsi yang menurutku jauh lebih tegas dan berani dari sebelum-sebelumnya. Belum lagi disektor ekonomi dan pendidikan yang aku gak akan bahas karena cuma tau dikit. Jadi maksud ku, untuk pertama kalinya aku merasa ada presiden yang bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik, gak cuma asik berkoar-koar dan mengumbar janji manis tapi dibuktikan dengan kerja nyata. Kalau pemimpinnya bagus kan rakyatnya juga semangat buat dukung.

Tempo hari aku pernah cerita sama sepupuku kalau jalanan Sudirman udah bagus dan pedestrian friendly, lalu sepupuku komentar, "jalanan yang bagus kan cuma sudirman doang." Hei, presiden kan manusia, bukannya jin yang bisa bikin 1000 candi dalam semalam. Apalagi Indonesia ini luas banget dan jelas masih banyak banget wilayah yang perlu jadi concern untuk pembangunan di sana sini. Tapi ini mungkin dibilangnya 'biar lambat asal selamat'.

Nah, setelah berpartisipasi dalam pemilu kali ini tinggal nunggu aja hasil finalnya dari KPU sambil mengabaikan isu-isu demo atau drama-drama politik yang berseliweran.

Comments

  1. wiidiiw niat banget Mei sampe mau balik Karawang subuh-subuh. Padahal Kamisnya uda masuk kerja lagi ya? Hahaha...BTW jalanan Sudirman bagus itu bukannya prokernya pak Anis ya gara-gara mao nyambut ASEAN Para Games itu. Pak Jokowi ga ngurusin jalanan Jakarta d setauku. Dia lebih ke skala nasional kaya pembangunan jalan antar provinsi gitu (LRT), jalan tol jkt-cikampek 2, bandara Cirebon, trans Sumatera. Ya yang gitu-gitu dah...wkwkwwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow perlu di revisi klo gitu. g pikir Anies ngurusin JPO aja wkwkwk

      Delete

Post a Comment

Popular Posts