Selamat Hari Kartini Bagi Perempuan Indonesia!

Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
 
Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka
 
Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia
 Sepenggal lagu di atas tentu semua orang tahu, khususnya orang-orang yang sejak kecil tinggal di Indonesia. Aku ingat saat waktu SD, hampir setiap upacara bendera lagu ini dinyanyikan. Lagu ini juga merupakan lagu pertama yang bisa ku mainkan pakai piano. Haha

Sesuai penggalan lagu yang didedikasikan untuk Beliau, Ibu Kartini adalah sosok pejuang banga, khususnya pejuang bagi para wanita pada zamannya. Ibu Kartini lah perempuan pertama yang mempelopori perjuangan hak para perempuan Indonesia. Perempuan itu gak hanya lahir untuk jadi istri lalu ngurus anak. Perempuan itu punya hak untuk meniti pendidikan sama seperti para laki-laki.

Jika, saat itu Ibu Kartini berpikiran seperti perempuan-perempuan lain pada zamannya. Maka, yah mungkin para perempuan saat ini gak ada yang masuk sekolah. Gak akan ada guru-guru perempuan, gak akan ada yang namanya 'Wanita Karir', gak akan ada perempuan yang menjadi pejabat negara! Dan juga, kalau Ibu Kartini dulu itu tetap seperti perempuan yang tujuannya hanya menjadi istri, aku gak akan menulis postingan ini, karena para perempuan gak akan boleh belajar komputer.

Ibu Kartini adalah sosok pejuang perempuan di zamannya, sekitar tahun 1900an. Bagaimana dengan zaman sekarang? Dulu Ibu Megawati menjadi presiden, Beliau adalah perempuan dan Beliau membuktikan bahwa perempuan bisa juga memimpin sebuah negara. Sekarang juga ada Menteri Susi yang menjadi pejabat negara yang disegani karena hasil kerja Beliau yang nyata.

Dulu, waktu aku liburan ke Malang untuk pertama kali, ada seorang perempuan, 20 tahunan barangkali umurnya, yang aku lupa namanya. Tapi, perempuan itu bercerita tentang kampung halamannya. Katanya, di sana itu kampung ya masih benar-benar kampung. Kampung di mana anak laki-laki masih lebih diinginkan daripada anak perempuan, kampung di mana anak perempuan cepat-cepat dikawinkan agar mengurangi beban keluarga, walau perempuan itu masih bocah dibawah umur, atau mungkin sekolah aja belum lulus.

Perempuan itu jelas punya pemikiran lain. Seperti mengikuti jejak Ibu Kartini, perempuan itu pergi merantau ke kota untuk sekolah. Perempuan itu mau menujukkan bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh perempuan selain menikah. Katanya, "kalau di kampungku, mungkin aku udah dibilang perawan tua. Tapi, aku mau balik ke kampung, mau nunjukkin kalau perempuan juga bisa sekolah tinggi dan bisa hidup mandiri."

Tapi, gak usah jauh-jauh untuk melihat perjuangan perempuan. Perempuan-perempuan zaman sekarang adalah perempuan-perempuan yang tangguh. Mama ku seringkali bilang, "perempuan itu harus serba bisa." Yah, memang.

Aku selalu takjub kalau melihat perempuan-perempuan yang tetap bekerja di kantoran tapi masih bisa juga mengurus anak di rumah. Pagi-pagi bangun untuk masak, ngurus anak, ngurus suami, lalu pergi kerja, saat pulang sudah malam tapi masih menyempatkan diri untuk ngajarin anak PR dan main sama anak. Hal seperti itu pun menurutku merupakan perjuangan dari sosok perempuan. Semua hal dipegang, semua hal diurus.

Jadi, untuk para perempuan-perempuan yang masih meniti langkah (termasuk aku juga). Ayo, kita memperjuangkan jalan yang akan kita lalui dengan cara kita masing-masing! Zaman kita sekarang ini bisa dibilang jauuuuh lebih mudah dibandingkan zaman perempuan-perempuan pada masa Ibu Kartini, jadi aku rasa kita termasuk orang yang tidak tahu terima kasih kalau tidak memperjuangkan apa yang kita inginkan dan apa yang menjadi hak kita.

Hasil gambar untuk hari kartini

Selamat Hari Kartini, Para Perempuan Indonesia!!

Comments

Popular Posts