Love What You Do

LOVE WHAT YOU DO

Aku sudah sering sekali mendengar kalimat-kalimat semacam ini dikumandangkan. Tapi, yah selama ini aku hanya membaca kalimat- kalimat itu dan hanya sekedar membaca, mendengar kalimat-kalimat itu dicelotehkan tapi hanya sekedar mendengar. Aku benar-benar tidak meresapi kata-kata yang sangat super itu. Sampai aku menonton anime Shigatsu Wa Kimi No Uso atau mungkin lebih dikenal dengan judul Your Lie In April. Wew.. Kadang aku memang mudah tercerahkan lewat anime..

Ada seorang laki-laki 14 tahun, Arima Kousei namanya. Sebelumnya ia adalah pianis cilik terkenal tanpa cela. Selalu menyabet urutan pertama dalam setiap kompetisi, semua nada selalu ia mainkan tanpa satu pun nada sumbang. Namun, semenjak kematian Ibunya, ia selalu takut untuk bermain piano lagi. Sebelumnya, orang-orang menyebutnya sebagai robot dalam bayang-bayang ibunya. Setelah ibunya tiada pun, Kosei masih hidup dalam bayang-bayang ibunya.

Ia adalah pianis, kenyataan itu tentu tidak bisa dipungkiri. Piano adalah jiwanya dan begitu ia berhenti untuk bermain piano, sebagian jiwanya hilang. Ia ingin bermain piano lagi, tapi ia takut. Dan saat ia memaksakan diri untuk bermain piano, jari-jarinya hanya menari di atas tuts tanpa nyawa. Ketakutan terlalu menguasainya, menenggelamkannya ke dalam lautan gelap tanpa cahaya.

Singkat cerita, Kousei sekuat tenaga berlatih dengan semangat yang naik turun. Semua orang tahu kalau mengatasi ketakutan bukanlah hal yang mudah. Sampai akhirnya, Kousei menemukan tujuannya. Tujuan dirinya bermain piano dan tujuan itulah yang membuat jari jemarinya kembali menari dengan riang diatas tuts. Lagu yang ia mainkan bukan lagi sekedar terjemahan dari not di atas kertas tetapi juga menyatu dengan luapan kata-kata dan emosi. Kousei tidak hanya melantunkan lagu, tapi juga bercerita.

Hal yang dilakukan Kousei juga secara tidak langsung menyadarkanku. Kalau di kartun-kartun, aku ini ibarat tokoh yang tiba-tiba dapat ide cemerlang, ada lampu menyala terang diatas kepala. Anime itu seolah memberikan kepingan-kepingan puzzle dan perlahan-lahan menyusunnya sampai membentuk suatu kesatuan utuh. Setelah puzzle terakhir diletakkan, suara dalam otakku berkata, "ah, jadi ini maksudnya. Love what you do."

Apa pun yang kita lakukan jika kita melakukan dengan hati yang ringan, maka semuanya akan terasa menyenangkan. Sesulit apa pun hal itu, semembosankan apa pun hidup ini, maka aku tidak akan pernah berkata 'sulit' atau pun 'bosan'. Dan sebagai pemicu, tengadahkan kepalamu ke langit. Hal apa pun akan terasa lebih ringan jika kepala tidak menunduk.
 Hasil gambar untuk shigatsu wa kimi no uso





Comments

Popular Posts