Deal With Life

Deal With Life. Ini adalah salah satu hal yang menjadi resolusiku tahun ini. Tapi, pada dasarnya kalimat itu memang jauh lebih mudah untuk diucapkan daripada kenyataannya.

Orang-orang bilang, 'Life is Never Flat'. Ya, aku pun setuju. Jalanan tidak akan pernah mulus dan hujan badai akan senantiasa menerpa kapan pun mereka mau. Tapi, terkadang aku menjalaninya dengan semangat yang naik turun.

Mungkin ini akan terdengar frustasi, tapi terkadang rasanya aku ingin menangis tanpa sebab. Aku tahu bahwa sebenarnya bukan hanya aku saja yang mengalami hal ini. Setiap hari aku melakukan perjalanan. Selama perjalanan, aku bertemu dengan banyak orang. Dan seringkali aku bertanya-tanya, "hidup seperti apa yang mereka jalani?"

Dulu, aku punya seorang teman di SMA. Temanku itu selalu terlihat ceria. Temanku itu selalu tersenyum, tertawa, dan sering kali bertingkah konyol. LOL. Setiap hari ada saja ulahnya yang bisa membuat orang lain tertawa atau pun mengernyit. Karakter yang pintar; populer di kalangan teman-teman dan guru; kreatif dan punya bakat musik; terobsesi pada buku dan selalu punya ide brilian untuk dirangkai menjadi cerita. Penampilannya sederhana, tapi disegani. Singkatnya, kalau dalam komik, temanku itu adalah karakter utama yang cemerlang tanpa cela. Aku pikir, orang dengan karakter seperti itu hanya ada dalam komik-komik. Ya, dia berperan seperti tokoh utama dalam cerita miliknya. Semesta pun seperti mendukungnya untuk bersinar. Tetapi, walau begitu temanku itu selalu memberikan yang terbaik.

Orang bilang, "Hiduplah hari ini, seperti tidak ada lagi hari esok. Maka, kita akan selalu memberikan yang terbaik setiap harinya." Dan kalimat ini seperti menjadi sebuah prinsip yang dipegang teguh oleh temanku. Hiduplah hari ini, seperti tidak ada lagi hari esok..

Temanku itu adalah karakter utama yang cemerlang tanpa cela. Sampai aku tahu kalau temanku itu mengidap lupus, penyakit yang bisa merenggut nyawanya sewaktu-waktu.

Sampai sekarang, aku tidak tahu motivasi apa yang membuat temanku itu bisa bertahan menjalani hari-harinya. Bagaimana bisa temanku itu selalu memberikan usaha terbaiknya disaat ia tahu kalau mungkin saja umurnya tidak akan lama?
"Was I able to live inside someone’s heart? Was I able to live inside your heart? Do you think you’ll remember me at least a little? You’d better not hit "reset!" Don’t forget me, okay? That’s a promise, okay? I'm glad it’s you, after all. Will I reach you? I hope I can reach you." - Kaori Miyazono
Apa temanku itu berpikir seperti Kaori?

Ku rasa..

Mungkin saja, temanku memberikan semua usaha terbaiknya agar dirinya tetap hidup dalam hati orang-orang yang akan mengenangnya. Mungkin saja temanku hanya ingin dikenang, tapi aku ingin mengaku, bahwa temanku itu adalah salah satu panutanku. Temanku itu hebat.

Deal With Life. Aku yakin hal itu tidak akan pernah mudah untuk dilalui. Tapi, ku rasa, aku tidak punya alasan yang tepat untuk meragukan diriku sendiri.

Ya, karena pada dasarnya, aku adalah karakter utama dalam ceritaku sendiri.
"Mozart said, 'Go on the journey'. I have no idea what lies ahead. But, I've taking my first steps. We're still in the middle of our journey. I'm a musician, just like you. So, I'll keep going." - Arima Kousei

Comments

  1. :")
    Ya dia memang sosok akan selalu dikenang oleh teman-temannya....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts