Life is Like Riding a Bicycle

Beberapa hari ini aku kembali bersepeda dan beberapa hari ini juga angin kencang menerpaku kuat-kuat saat ku kayuh sepedaku. Terasa sekali kencangnya, sampai-sampai sepedaku hampir oleng. Tapi, seringnya aku keras kepala. Mau ada angin sekencang apa pun, tetap saja kakiku mengayuh. Tak mau berhenti sejenak untuk menunggu angin mereda. Walau dalam benak aku selalu mengomel dan menggerutu, berharap aku bisa menghentikan kencangnya terpaan angin.
"Gak nyantai amat sih anginnya??!!"
"Ntaran lagi napa bertiupnya??!!"
Begitulah kira-kira omelanku..

Tapi, apalah aku ini. Mana bisa aku menghentikan angin. Kecuali kalau aku punya alatnya Doraemon, atau kipas sakti istrinya siluman kerbau, atau mesin penghenti waktu, atau alat-alat khayalan canggih lainnya.

Dan tadi pagi, saat ku kayuh sepedaku di bawah mentari pagi yang belum merekah sepenuhnya, lagi-lagi angin kencang kembali menerpa wajahku. Tapi, kali ini bukan kesal yang ada di benakku. Sekelibat pikiran lain muncul.
"Hei, bukankah kehidupan juga seperti ini?"
Bisa dibilang kalau kita menjalani kehidupan ini seperti orang yang mengayuh sepeda. Sementara, kehidupan seringkali meniupkan angin kencang berupa masalah, tantangan, halangan, rintangan, dan lain-lain,  dan lain-lain dengan semena-mena.

Dan sama juga seperti angin kencang yang tak bisa dihentikan begitu saja. Masalah, tantangan, halangan, rintangan yang ditiup oleh kehidupan pun tidak bisa kita hentikan begitu saja. Mana bisa kita menjentikan jari lalu masalah berhenti muncul. Mana bisa juga kita bilang "stop" lalu rintangan berhenti muncul. Gak bener itu.. Walau maunya sih (pake banget) menghentikan semua masalah yang datang. Apalagi kalau masalahnya datang bertubi-tubi, gak kelar-kelar. Udah deh, bhay!!

Tapi, walau kita mengomel, menggerutu, memaki, atau sampai meraung-raung, kehidupan tidak akan pernah berhenti. Kehidupan tetap membentang di depan mata, bersiap meniupkan masalah dan kawan-kawannya begitu kita kembali mengayuh.

Dan satu-satunya hal yang bisa dan harus kita lakukan adalah tetap mengayuh. Keep on track. Kayuh selayaknya aku mengayuh sepeda saat diterpa angin kencang. Keras kepala & tidak mau kalah begitu saja pada terpaan angin.
Hasil gambar untuk bicycle quote 
quoteaddicts.com

Comments

  1. Mei-Mei sekarang naik sepeda ke kantor? #salahfokus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Engga, pik. Sepedaan pas car free day aja.. :p
      Ke kantor mah tetep busway

      Delete

Post a Comment

Popular Posts