Beauty Inside

Apa jadinya kalau rupamu berubah setiap kali bangun tidur? Bagaimana perasaanmu ketika terbangun dan melihat wajah yang berbeda-beda di depan cermin setiap harinya? Hmm Kalau aku pasti akan merasa putus asa. Iya, dong. Dengan wajah yang sama aja setiap harinya pun banyak hal yang terjadi, banyak halangan dan rintangan juga yang terjadi, bagaimana kalau setiap hari berbeda rupa. Pasti ruang gerak pun semakin terbatas. Gak bisa sekolah, gak bisa kerja, gak bisa bergaul dengan orang banyak. Walau ada juga sisi positifnya kalau mau dilihat lebih lanjut. Gak perlu diet misalnya, karena toh setelah bangun tidur rupamu akan berubah lagi, kan. Itu juga yang dialami oleh tokoh utama dalam film ini. Setiap bangun tidur, wajahnya pasti berubah. Hari ini bisa jadi lelaki tampan, besok bisa jadi nenek-nenek, besoknya lagi bisa jadi anak kecil. Hari ini bisa menjadi orang Korea, besok menjadi orang bule, besoknya lagi jadi orang Afrika. Waduh, gimanalah ceritanya itu.

http://asianwiki.com


Kim Woo Jin terbangun dengan wajah berbeda setiap harinya, seperti yang sudah ku sebutkan tadi, ruang geraknya jadi terbatas. Hal itu pertama kali terjadi dihari ulang tahunnya yang ke 18. Gak ada penjelasan pasti tentang 'penyakit' itu, sedikit info bahwa ayahnya pun mengalami hal yang sama. Apakah ini sebuah 'penyakit' turunan atau bukan, entahlah. Yang jelas Kim Woo Jin berusaha menerima dirinya apa adanya selama bertahun-tahun lamanya dan mencoba beradaptasi dengan dirinya yang seperti itu. Ia mempersiapkan semua hal, seperti baju dan sepatu dengan berbagai ukuran, sabun untuk segala jenis kulit, sampai kacamata dengan minus yang berbeda-beda. Ia berhenti sekolah dan hanya melakukan aktivitas di rumah sementara teman-teman sebayanya jalan melenggang sebagai anak kuliahan. Akhirnya ia memutuskan menjadi tukang perabot untuk menyambung hidup dan akhirnya berkembang menjadi sebuah perusahaan furniture yang cukup terkenal karena karya-karyanya yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dan tentu saja, dengan kondisinya yang seperti itu ia melakukan semuanya secara online dengan bantuan seorang teman yang mengurus bagian marketing.

Dalam kondisi rupa yang tak menentu setiap harinya, suatu hari Kim Woo Jin bertemu dengan Hong Yi Soo, seorang wanita yang juga menekuni bidang yang sama. Woo Jin sangat menyukai wanita itu. Ia tentu memikirkan cara untuk bisa bertemu dengan Yi Soo terus menerus tanpa harus memberi tahu rahasianya. Cara yang dia lakukan adalah dengan gak tidur selama berhari-hari. Ia bertekad untuk gak tidur selamanya agar bisa selalu menemui Yi Soo dalam satu rupa, dan tentu saja akhirnya gagal karena pada hari ke 3 dia ketiduran di subway. Wajahnya kembali berubah menjadi orang lain.

Aku merasa bahwa kisah yang diceritakan dalam film ini sangat menarik tapi ditampilkan dengan sangat sederhana dan lembut. Highlight nya adalah permainan hati. Bukan film yang membuatku banyak berpikir melainkan banyak merasakan dan tentunya membuatku sangat terbawa suasana. Kalimat-kalimatnya sedikit tapi gesture tubuh dan tatapan mata para pemainnya sungguhlah bisa menggambarkan suasana hati tokoh yang mereka perankan saat itu.

Han Hyo joo yang berperan sebagai hong Yi Soo sudah tentu gak perlu dipungkiri lagi kualitas aktingnya. Sementara lebih dari 20 artis harus kompak memerankan satu tokoh, Kim Woo Jin. Di antara mereka ada aktor Lee Dong Wook, Lee Hyun Woo, Park Shin Hye, Park Seo Joon, dan Yeo Yoon Seok yang sudah lama sekali malang melintang di dunia entertainment Korea.

Biasanya, genre romance bukanlah genre favoritku. Karena biasanya ada 2 kemungkinan yang dihasilkan dari genre itu: (1). Romance nya menye-menye dan bikin aku merinding tak berkesudahan, (2). Romancenya terlalu mengharu biru sehingga membuat si anak pisces yang terlalu sensitif dan terlalu baper ini tak henti-hentinya menitikkan air mata. Dan film ini termasuk ke dalam kategori kedua. Film yang seperti ini bikin capek orang yang terlalu sensitif seperti aku sih sebenarnya. Tapi walau begitu harus aku akui bahwa film ini menjadi salah satu film korea favoritku selain More Than Blue, Millionaire First Love, A Moment To Remember,d Always yang sama-sama mengharu biru.

Aku kembali disuguhkan tentang bagaimana rasanya jatuh hati, bagaimana rasanya patah hati, bagaimana rasanya merindu, dan bagaimana caranya mencintai diri sendiri dan orang yang kita cintai yang mungkin aja berbeda dari orang kebanyakan. Dan jelas mengeksekusi semua itu gak semudah aku menuliskannya di blog ini. Perlu keteguhan hati yang entah bagaimana caranya menghasilkan sebuah makna paling murni dari sebuah cinta. Dan hal itulah yang menurutku menjadi nilai plus dari film ini. Diracik dengan begitu sederhana, begitu lembut, dan begitu indah.


Memang aneh kalau dipikir-pikir, kok bisa ada orang yang rupanya berubah-ubah terus setiap hari. Tapi lalu mau bagaimana kalau takdir menghendaki begitu. Dan lagi-lagi yang terpenting gak selalu yang tampak, sesuai judulnya "beauty inside." Entah rupamu hari ini atau besok seperti apa yang terpenting isi dalamnya tetap sama.

FYI, yang ku tonton ini adalah versi filmnya yang dirilis tahun 2015. Lalu 3 tahun kemudian diangkat menjadi drama dengan jalan cerita yang serupa tapi tak sama.

Comments

Popular Posts