The Not So Amazing Life Of Amrazing

Kalian tahu Alexander Thian atau mungkin lebih dikenal sebagai Amrazing? Seorang influencer yang suka berbagi foto-foto ketjeh dan cerita yang gak kalah ketjeh dibalik foto-fotonya yang ketjeh. Kokoh Alex mendaulat dirinya sebagai seorang storygrapher di Instagramnya. Aku sudah mulai mengikuti ceritanya sejak jaman dia masih rajin ngeblog (sekarang juga masih, sih) sampai sekarang jaman dia rajin berceloteh di Instagram. Aku adalah salah satu pecandu cerita yang kerap ia bagikan dengan cuma-cuma. Kenapa? Karena cerita yang ia bagikan begitu sederhana tapi penuh dengan emosi. Setiap hal yang ia ceritakan bisa membuatku mesem-mesem sendiri, mengangguk-angguk macam mainan anjing yang ditempel di dashboard mobil, ketawa ngakak, sampai menangis sedih atau menangis haru. Nah, Kokoh Alex ini dulu sempat berbagi cerita waktu dia masih punya konter hp, waktu jamannya Nokia masih duduk di tahta nya. Cerita-ceritanya itu dipadatkan dalam satu buku berjudul The Not So Amazing Life of Amrazing. Special thanks untuk temanku yang langsung mupeng begitu ku kasih unjuk sampel bukunya dan gak lama kemudian dia langsung beli online. Jadi kan akika bisa pinjam. Ahahahahahahahaha

Hasil gambar untuk the not so amazing life of amrazing
https://miamembaca.wordpress.com/

Kalau aku harus menggambarkan buku ini dalam satu kalimat, maka kalimat yang akan ku lontarkan adalah "small things matter". Karena buku ini memuat kisah-kisah sederhana yang seringkali kita anggap angin lalu. Kisah sederhana yang sebenarnya kalau mau ditelaah lagi bisa menjadi kisah yang unik dan sayang teramat sayang kalau gak dibagikan ke orang lain. Kisah-kisah sederhana yang bikin ngakak, seperti misalnya saat ada seorang bapak yang ngotot kalau pengisi soundtrack Titanic adalah Mariah Carey alih-alih Celine Dion; kisah-kisah yang bikin miris dan seolah menjadi pengingat untuk berlaku baik, seperti kisah si anak manja yang minta dibelikan iPhone padahal hp nya masih bagus dan akhirnya mamanya terpaksa menjual hp miliknya untuk membelikan si anak kesayangannya itu sebuah iPhone, semata-mata agar si anak manja itu bisa pamer ke temannya. Mbok ya pingin ku pites sumpah itu anaknya, mau jadi apa kamu kalau udah gede nduk?!

Lalu, ada juga cerita-cerita yang bikin aku terharu sampai gak sadar kalau mata sudah basah, seperti cerita Pak Sony yang kena tipu saat membeli hp, ternyata hp yang ia beli adalah hp replika, padahal hp itu akan ia diberikan pada anak laki-lakinya yang ternyata mengidap autis. Dari ceritanya, digambarkan bahwa Pak Sony adalah seorang bapak yang begitu tegar dan sabar menghadapi kenyataan bahwa ia kena tipu walau raut wajahnya jelas menunjukkan kesedihan dan kekecewaan karena uang tabungannya ludes semua untuk ditukar dengan hp replika. Kita kalau duit ilang ceban aja bisa nelangsa berhari-hari, bagaimana kalu berjuta-juta macam Pak Sony? Diceritakan juga sekelumit kisah Pak Sony yang setiap hari sabar menghadapi anaknya yang autis, ia benar-benar menerima kekurangan anaknya bersedia melakukan apa saja agar seulas senyum bisa terpatri di wajah anaknya.

Dari buku itu, aku paling suka dengan cerita Pak Bambang, seorang bapak-bapak dengan penampilan ndeso yang gak masalah dicibir orang kalau orang ngatain dia ndeso atau mempertanyakan kenapa dia bisa punya istri cantik. NB: Pak Bambang adalah seorang loper koran, salah satu pekerjaan yang seringkali dipandang sebelah mata. Padahal aslinya dia juga merangkap sebagai pemilik agen koran. Istrinya pernah menjadi pembantu di salah satu rumah gedong, dan berlangganan koran-koran luar negeri. Pak Bambang adalah contoh hidup yang mengingatkan kalau jangan menjudge orang dari apa yang dikenakannya.
"Ada pepatah latin yang artinya dalem sekali. Homo homini lupus. Manusia adalah serigala untuk manusia lain. Kita sudah terbiasa menilai orang berdasarkan penampilan luar. Kalau pada pandangan pertama ndak bikin efek 'wah', kita akan memandang rendah orang tersebut. Kita akan bertindak superior, mendakwa orang itu pasti lemah. Lingkungan mengajarkan kita dogma tersebut. Padahal, menilai orang dari kulit luarnya kan jahat. Kita gak memberi kesempatan ke diri kita untuk mengenal lebih jauh. Kita cuma melihat apa yang ingin kita lihat, bukan yang seharusnya kita lihat. Kita lupa, beauty is only skin deep."
Aku setuju pake banget dengan perkataan Pak Bambang itu. Menjudge orang seolah sudah menjadi suatu hal biasa bagi orang-orang kebanyakan. Kalau gak ngejudge gak enak deh pokoknya. Manusiawi sebenarnya kalau menjudge hanya sekadar menganalisa, tapi seperti Pak Bambang bilang kalau sudah menjudge, orang cenderung bersikap superior dan sok.

Seluruh kisah dalam buku ini seolah menjadi pengingat untuk melihat hal-hal di sekitar kita secara lebih dekat. Sesuai dengan judulnya 'The Not So Amazing Life Of Amrazing', gak perlu cerita yang WAW seperti cerita orang-orang yang diliput oleh infotainment atau bertengger di akunnya Lambeturah atau akun-akun kepo lainnya yang bisa membuat kita melihat dunia, dunia yang seharusnya kita lihat bukanlah dunia yang membuat orang lain nyinyir (apalagi kalo emang orangnya doyan nyinyir). Bukan melihat dunia dengan asal melek mata, tapi juga melek hati, hal-hal di sekitar kita bisa menjadi begitu WAW dan begitu AMAZING untuk dibuatkan ruang khusus di hati.

Comments

  1. waah bikin hidup jadi lebih bijak ya Mei

    ReplyDelete
  2. BTW ganti template blog niiih! mantap2

    ReplyDelete
  3. Iya Pik, sederhana tapi seru deh bukunya, mirip2 sama bukunya raditya dika gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hooo ada komedi2nya gitu juga ya?

      Delete
    2. iya, pik. ceritanya macem2 soalnya. ceritanya bikin ngakak sampai bikin terharu ada

      Delete
  4. Iya wkwkwk perlu pembaharuan sekali2

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts